Kunjungan Kerja ke Kabupaten Karawang, Bukhori Serap Aspirasi terkait RUU Penanggulangan Bencana

Komisi VIII DPR RI bersama BNPB melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karawang. Dalam kunjungannya, rombongan diterima langsung oleh Bupati Karawang, Cellica Nurrachdiana, pejabat BPBD, Dinas Sosial, serta jajaran lainnya di Kantor Bupati Karawang, Rabu (24/3/2021).

Anggota Komisi VIII DPR RI, Bukhori Yusuf, menyambut baik kesempatan serap aspirasi ini. Ia mengatakan Komisi VIII DPR RI berkepentingan untuk menyerap gagasan dan usulan konstruktif dari sejumlah stakeholders, termasuk pemerintah daerah, demi penyempurnaan substansi dari undang-undang penanggulangan bencana yang rencananya akan direvisi pada tahun ini sebagaimana telah termaktub dalam agenda prolegnas prioritas tahun 2021.

“Komisi VIII DPR bermaksud untuk mengetahui sejauh mana efektivitas UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dalam penerapannya sekaligus mencermati sejauh mana kelemahan dari UU Kebencanaan ini yang dialami oleh pemerintah daerah dalam menanggulangi bencana di daerah,” tutur Bukhori.Continue reading

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Bukhori: Indonesia Bukan Negara Sekuler!

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama warga terus digencarkan oleh anggota MPR RI. Salah satunya dilakukan oleh Bukhori Yusuf yang juga menjabat sebagai Anggota DPR RI Komisi VIII dari Fraksi PKS. Pada agenda sosialisasi kali ini diselenggarakan di Kota Salatiga dan turut dihadiri langsung oleh Wakil Walikota Salatiga, Muhammad Haris, Minggu (7/3/2021).

Pada kesempatan itu Bukhori menyampaikan pandangan strategisnya ihwal problematika kebangsaan dan keagamaan. Sebab, ia merasa prihatin dengan kondisi ketegangan antara wacana keagamaan dan kebangsaan yang terjadi belakangan ini.

Anggota Komisi Agama DPR ini menilai, kedudukan agama secara filosofis memiliki relasi yang integral dengan wacana kebangsaan sehingga tidak semestinya diposisikan dalam relasi yang saling berhadapan (antagonistik). Hal ini dibuktikan, salah satunya, dengan narasi Pembukaan UUD 1945 Alinea Ketiga yang mengandung muatan transendental sebagaimana ditegaskan melalui frasa “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa…”.Continue reading

Hadiri Wisuda STIU Dirasat Islamiyah Al-Hikmah, Bukhori Dorong Pengokohan Jati Diri Agamawan yang Negarawan bagi Wisudawan

Anggota DPR RI Fraksi PKS Bukhori Yusuf menghadiri prosesi wisuda ke-VIII Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Dirasat Islamiyah Al-Hikmah (STIU DIA) Jakarta, Kamis (4/2/2021). Selain Bukhori, acara wisuda yang digelar secara daring dan luring tersebut juga turut dihadiri oleh K.H. Muhammad Cholil Nafis, Ph.D. (Ketua MUI Pusat) dan Prof. Amany Lubis, M.A. (Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).

Kehadiran Prof. Amany Lubis membuat prosesi wisuda menjadi istimewa. Pasalnya, dari 8 kali acara wisuda yang berhasil digelar oleh STIU DIA Jakarta, baru pada kesempatan ini prosesi wisuda bisa dihadiri langsung oleh Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah I DKI Jakarta dan Banten tersebut.

Dalam sambutannya, Bukhori yang juga menjabat sebagai Ketua STIU DI Al-Hikmah menyampaikan apresiasinya kepada para wisudawan yang telah berhasil menuntaskan amanah akademiknya. Ia menilai proses pembelajaran dan pengajaran di institusi tersebut membawa tantangan tersendiri bagi para peserta didik.Continue reading

Aleg PKS Masih Temukan Sejumlah Persoalan Krusial Soal Data Terpadu Kesejahteraan Sosial

Semarang (20/02) — Angka kemiskinan di sejumlah kota di Indonesia mengalami peningkatan selama pendemi Covid-19 menerjang.

Tidak terkecuali bagi Ibukota Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang. Salah satu musababnya, pandemi membuat sektor ekonomi menjadi lesu sehingga sejumlah industri terpaksa melakukan kebijakan pengurangan karyawan.

Anggota DPR RI Fraksi PKS, Bukhori Yusuf mengungkapkan, isu kemiskinan yang meningkat harus menjadi perhatian bersama dan menuntut strategi kolosal yang melibatkan eksekutif dan legislatif.Continue reading

Tinjau Banjir di Semarang, Bukhori: Pemerintah Harus Segera Bantu Dapur Umum dan Berdayakan Relawan Warga!

Anggota Komisi VIII DPR RI Bukhori Yusuf menilai lemahnya kesiapan infrastruktur sebagai penyebab terjadinya banjir yang meluas di Kota Semarang. Secara rinci, ia mengurai persoalan infrastruktur tersebut dalam empat hal.

“Pertama, penyebab banjir di Semarang, tidak dipungkiri, salah satunya akibat pembangunan bong atau titik resapan di Semarang yang belum terealisasi,” ungkapnya selepas meninjau lokasi banjir di Kelurahan Banjarduwo Kecamatan Genuk Kota Semarang, Rabu (10/2/2021).

Politisi PKS ini menambahkan, saluran drainase di lingkungan masyarakat juga tidak sepenuhnya berjalan secara optimal. Tidak semua saluran pembuangan air tersebut bermuara ke Banjir Kanal Barat akibat tersumbat sampah. Hal itu juga yang menjadi faktor yang mendorong limpahan air hujan selama satu minggu terakhir menggenang cukup lama di permukaan karena tidak teralirkan ke muara yang semestinya.Continue reading

Kunjungi Korban Banjir Kota Semarang, Bukhori Salurkan Bantuan Dana dan Logistik

Anggota Komisi VIII DPR Bukhori Yusuf meninjau langsung lokasi terdampak bencana di Kota Semarang, Minggu-Senin (7-8/2/2021). Kunjungan tersebut dalam rangka penyaluran bantuan sekaligus memantau kesiapan daerah menghadapi bencana.

Di hari pertama Bukhori bersama Mensos Risma memantau secara langsung kegiatan warga gudang logistik sekaligus dapur umum di Kelurahan Muktiharjo Kidul Kecamatan Pedurungan. Selain melakukan peninjauan, Bukhori turut menyerap aspirasi para relawan tagana dan masyarakat yang mengungsi di masjid setempat.

“Para relawan ini bekerja tanpa dibayar. Padahal jam kerja mereka hampir setiap saat dan nyawa mereka senantiasa terancam. Pemerintah harus memperhatikan kesejahteraan mereka,” ungkapnya.Continue reading

Bukhori Dukung Program yang Dapat Meningkatkan Terwujudnya PKH Graduasi Berkualitas

Anggota Komisi VIII DPR RI, Bukhori Yusuf mendukung program Kemensos yang berorientasi pada pemberdayaan keluarga miskin sehingga menjadi keluarga mandiri dan berdaya. Sejauh ini Kemensos telah menyalurkan sejumlah program jaminan perlindungan sosial dengan sasaran masyarakat prasejahtera, salah satunya adalah Program Keluarga Harapan (PKH).

Secara filosofis, Bukhori menilai program pemberdayaan keluarga penerima manfaat (KPM) PKH potensial melalui bimbingan teknis oleh Kemensos tidak bisa dianggap sebagai wujud pemberian bantuan teknis semata bagi keluarga miskin. Akan tetapi, tersimpan sebuah tujuan mulia, yakni untuk mengangkat harkat dan martabat keluarga miskin melalui peningkatan kapasitas.

“Dalam konsep zakat, bantuan yang diberikan kepada orang miskin melalui dana zakat sesungguhnya bukan untuk memelihara mereka. Namun, untuk memberdayakan mereka sehingga bisa menjadi orang yang berdaya di kemudian hari dan bisa memberi pertolongan kepada orang miskin yang lain,” ungkap Bukhori dalam sambutannya di acara Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas KPM PKH Potensial dan Koordinasi Teknis dan Peningkatan Kualitas SDM PKH Tahun 2020 di Kota Semarang, Rabu (4/11/2020).Continue reading

Bukhori Salurkan BLT Senilai Rp 150 Juta bagi Ustaz dan Guru Ngaji di Kota Semarang

Anggota DPR RI Fraksi PKS, Bukhori Yusuf menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 300 ustaz dan guru ngaji di Kota Semarang di masa reses. Penyaluran bantuan dengan total nilai sebesar Rp 150 juta rupiah tersebut berhasil terselenggara atas kerjasama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Anggota Komisi VIII ini mengatakan, masih banyak masyarakat yang menganggap profesi ustaz ataupun guru ngaji merupakan pekerjaan filantropis (kerelawanan) sehingga acapkali diabaikan kesejahteraannya. Padahal, tidak sedikit diantara para guru ngaji ini harus bersusah payah menutup biaya operasional dakwah mereka dengan melakukan pekerjaan sambilan di sektor informal seperti berjualan maupun aktivitas lainnya.Continue reading

Bukhori Serahkan Bantuan Operasional Madrasah di Kabupaten Semarang

Anggota DPR RI Fraksi PKS, Bukhori Yusuf menyalurkan bantuan operasional pandemi kepada sejumlah pesantren, madrasah, dan TPQ di Kabupaten Semarang. Program bantuan tersebut berhasil terselenggara atas kerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

“Bantuan ini kami berikan sebagai bentuk perhatian kami pada lembaga pendidikan Islam, khususnya di Jawa Tengah. Perlu diketahui bahwa sekitar 10 sampai 15 kepala sekolah madrasah yang hadir dalam kesempatan ini merupakan perempuan. Hal ini membuktikan bahwa perempuan saat ini tidak lagi dipandang sebagai objek, akan tetapi sebagai subjek utuh dalam membangun keluarga, bangsa, dan negara” ungkap Bukhori dalam sambutannya di hadapan konstituen ketika acara penyerahan bantuan di Kabupaten Semarang, Senin (21/9/2020).Continue reading

Bukhori Salurkan Bantuan Dana bagi Madrasah Terdampak Covid-19

Anggota DPR RI Fraksi PKS, Bukhori Yusuf menyalurkan bantuan operasional pandemi kepada sejumlah pesantren, madrasah, dan TPQ di daerah pemilihannya yang meliputi Kota/Kabupaten Semarang, Kendal, dan Salatiga. Program bantuan tersebut berhasil terselenggara atas kerja sama dengan Kementerian Agama.

“Bantuan ini kami berikan sebagai bentuk perhatian kami pada lembaga pendidikan Islam, khususnya di Jawa Tengah. Fraksi PKS di DPR RI memiliki concern yang tinggi terhadap pengembangan SDM yang berakhlak karimah melalui proses pendidikan di madrasah. Di satu sisi, kita juga memahami bahwa mereka yang menempuh pendidikan di madrasah tidak sepenuhnya datang dari kalangan mampu” ungkap Bukhori di hadapan konstituen ketika acara penyerahan bantuan di Salatiga, Minggu (13/9/2020).

Ia menambahkan, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi madrasah adalah tulang punggung (backbone) bagi operasional instansi pendidikan tersebut. Akan tetapi, sejak pandemi merebak Kementerian Agama justru sempat mengeluarkan kebijakan memangkas anggaran tersebut dengan dalih penanganan Covid-19.

“Pemangkasan tersebut dilakukan di luar persetujuan Komisi VIII DPR, karenanya kami tolak. Konsekuensinya, raker yang semestinya membahas anggaran, akhirnya kami tunda sampai Menag bersedia mengembalikan dana (red, BOS) yang sudah dipotong sebelumnya” sambungnya.Continue reading